Review Penggunaan Pribadi Xbox Series S

By | March 1, 2022

 

Tak kunjung mendapatkan PS5, akhirnya saya memutuskan beli Xbox Series S pas harbolnas 12.12 kemarin. Sebelumnya, saya sendiri belum pernah coba pakai Xbox, ini murni pertama kali main konsol besutan Microsoft ini.

Di artikel ini, saya bermaksud membagikan first impression / review dari pengalaman pribadi menggunakan Xbox Series S.

Kelebihan

Pertama, saya akan bagikan kelebihan / nilai plus. Berikut diantaranya:

 

1. Ukuran Compact

Jujur, ukuran Series S ini bisa dibilang sangat kecil sekali untuk ukuran sebuah konsol next-gen. Jika dibandingkan dengan kakaknya (Xbox Series X) dan PS5, XSS memiliki ukuran 60% lebih kecil.

Bentuknya yang persegi panjang membuatnya sangat mudah ditaruh di mana saja. Untuk kalian yang suka bepergian, membawanya pun tidak akan kesusahan dan memakan banyak tempat.

 

2. Support Ray Tracing + Resolusi 2K 120FPS

Disaat konsol lain gembar-gembor dengan 4K-nya, XSS tetap pede meski hanya support sampai resolusi 2K saja. sebenarnya bisa saja main di 4k, walaupun cuma upscale, tidak native. Mirip dengan PS4 Pro.

Namun, XSS tetap mendukung refresh rate up to 120FPS. Sebagai catatan, fitur ini hanya bekerja di game tertentu saja yang sudah optimize untuk XSS / XSX.

Saya sendiri pakai monitor Full HD 1080p tanpa ada keluhan sama sekalia yang saya rasakan.

3. Quick Resume

Salah satu fitur terbaik yang disuntikkan ke next-gen Xbox ini adalah quick resume. Fitur ini membuatmu bisa berpindah antara satu game ke game lainnya tanpa perlu load dari awal.

Ya, kamu bisa memainkan lebih dari satu game sekaligus dalam satu waktu dan berpindah dari satu game ke game lain dengan sangat mulus.

Wow sekali bukan? Bahkan PS5 saja tidak memiliki fitur ini.

 

4. Harga Murah

Xbox Series S dibanderol dengan harga $299 atau sekitar 4.3 jutaan jika dirupiahkan. Untuk pasar Indonesia sendiri, toko game biasa menjual Xbox Series S dengan harga 4.8 – 5 jutaan. Tergolong murah untuk ukuran next-gen console dengan segala fitur tangguhnya.

Harga tersebut lebih murah hampir 2 kali lipat jika dibandingkan dengan Xbox Series X yang dibanderol $499 atau sekitar 7 juta (10 – 11 juta di pasaran Indonesia).

 

Kekurangan

Sebenarnya dari overall fitur dan harga yang diberikan, saya berani bilang Xbox Series S tidak memiliki kekurangan.
 
Tapi, secara objektif ada 2 kekurangan Xbox Series S menurut saya pribadi, antara lain:

1. Keterbatasan Storage (512GB)

Ya, jika harus mengeluh, saya akan mengeluhkan memeri internal XSS yang hanya 512GB. Pun masih dipotong untuk sistem. Jadi, yang benar-benar kamu dapatkan dan bisa dipakai hanya sekitar 360GB.
 
Untuk sebuah konsol next-gen, 500GB terasa sangat kecil, bisa lah muat 5 – 6 game AAA dengan ukuran standard (50 – 70GB).
 

2. All Digital (Tidak Ada Blu-ray Drive)

Xbox Series S didesain sebagai mesin yang full digital, alias tidak bisa main game fisik. Mengingat harganya yang murah, sebenarnya ini bukanlah suatu masalah. Tapi, jika kamu tidak punya akses internet memadai, opsi ini alangkah baiknya dipertimbangkan.
 
Ya, walaupun game fisik Xbox di Indonesia ini tergolong sangat sedikit. Pengguna Xbox lebih akrab dengan Xbox Game Pass untuk memenuhi kebutuhan game mereka. Sesekali beli game juga kalau pas ada diskon gede.
 

3. Tidak Ada Pilihan Warna

Jujur, saya kurang suka warna putih. Memang terlihat cantik dan elegan, tapi warna putih sangat rawan kotor, terutama kalau kamu tidak pandai merawat dan membersihkannya. But, it’s oke, not a big deal.
 

Worth to Buy?

Lalu, apakah membeli Xbox Series S merupakan langkah yang tepat? Tentu! Harga murah, akses game banyak, ukuran kecil tapi powerfull. Kenapa tidak?
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.