Apa Itu Domain dan Hosting?

By | February 26, 2022

 

Dalam membangun sebuah website, dibutuhkan domain dan hosting. Dual hal tersebut adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan mungkin sudah sangat awam untuk mereka yang bergelut pada bidang tersebut. Tapi, tentunya masih banyak orang yang belum paham tentang kedua istilah tersebut. Terutama mereka yang baru mulai terjun ke ranah per-website-an. Apakah kamu salah satunya?

 

Di artikel ini, saya akan menjabarkan pengertian domain dan hosting.

 

Domain

 

Domain ini bisa diibaratkan sebagai alamat rumah, dimana setiap website memiliki IP Adress mereka masing-masing yang berbentuk angka (ex: 192.168.1.1). Nah, domain berfungsi untuk mempermudah/menyederhanakan penyebutan alamat. Sebagai contoh blog ini, tentunya dengan domain teknosee(dot)com akan lebih mudah diingat daripada kamu harus mengetikkan alamat IP ke mesin telurur, kan?

Tidak semua domain itu berekstensi .com, masih banyak esktensi lain seperti .co.id, .id, .net, .org. .gov, dll. Semuanya memiliki kegunaan yang berbeda-beda tergantung jenis website apa yang akan dibuat. Selain itu, domain juga memiliki tingkatan yang dibagi 3 yaitu Top Level Domain dan Second Level Domain, dan Third Level Domain.
 

1. Top Level Domain

Top Level Domain ini merupakan kata di paling belakang, sebut saja ekstensi agar lebih mudah. Top Level Domain sendiri dibagi menjadi 2, yaitu gTLD (Global Top Level Domain) dan ccTLD (Country Code Top Level Domain).

 
Ekstensi yang meliputi gTLD antara lain .com (commercial), .net (network), .org (organization), .gov (government), .edu (education), .mil (military), dan lain sebagainya.
 
Sedangkan ccTLD merupakan domain yang menginisialkan negara. Contoh .id (Indonesia), .sg (Singapura), .uk (United Kingdom), dan lain-lain.
 

2. Second Level Domain

Ini merupakan jenis domain yang paling umum digunakan, bisa dibeli dengan kisaran harga mulai 100 ribuan per domain (berlaku perpanjangan). Second Level mengacu pada kata sebelum ekstensi. Misal blog ini dengan domain ‘teknosee(dot)com’ dimana ‘TeknoSee’ merupakan SLD.
 

3. Third Level Domain

Tingkatan ini merupakan tingkatan terakhir dan bisa kamu pakai tanpa perlu membayar. Third level sering disebut juga dengan subdomain karena ‘mengekor’ nama domain. Domain jenis ini biasanya dipakai untuk membahas topik yang berbeda dari website utama. Misalnya saja ‘tokopedia(dot)com’ yang memiliki subdomain untuk para seller-nya dengan nama ‘seller(dot)tokopedia(dot)com’ dimana ‘seller’ merupakan Third Level Domain.
 

Hosting

 

Kalau domain itu alamat, hosting adalah rumahnya. Dalam membangun website, hosting adalah tempat menyimpan seluruh file suatu website. Hosting juga dibagi menjadi berbagai kriteria dengan beragam spesifikasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan website. Misalnya kamu ingin membuat sebuah blog portofolio dimana tidak berfokus pada visitor. Untuk itu, penggunaan shared hosting dirasa sudah cukup.

Beda lagi kalau kamu ingin membangun website atau blog untuk mendapatkan uang yang jelas mengincar banyak pengunjung. Untuk kebutuhan ini, tingkatan hosting yang lebih tinggi dibutuhkan agar website tidak overload.
 
Hosting sendiri ada beberapa jenisnya. Berikut 3 diantaranya yang paling populer.
 

1. Shared Hosting

Ini adalah paket hosting termurah. Cocok dipakai untuk blog/web yang dalam tahap pembangunan awal (pengunjung masih sedikit). Seperti namanya, dengan memakai Shared Hosting, kamu harus rela berbagi tempat dengan pengguna lain dalam 1 server yang sama. Kelemahannya ialah spesifikasi yang kamu dapatkan menjadi tidak full karena selain kamu, ada orang lain yang menggunakan.
 

2. VPS (Virtual Private Server)

Prinsip VPS ini kurang lebih sama dengan Shared Hosting, hanya saja setiap pengguna memiliki tempatnya sendiri. Misalkan dalam satu server ada 20 pengguna, satu pengguna dengan pengguna lainnya akan mendapatkan jatah spesifikasi yang sama satu sama lain. Jadi, meski dipakai berbarengan, kamu seolah memiliki kontrol atas servermu sendiri dan tidak ada gangguan dari ‘tetangga sebelah’.
 

3. Dedicated Server

Dedicated Server adalah tingkatan tertinggi dalam per-hosting-an dimana satu server kamu miliki sendiri. Dengan kata lain, kamu memiliki kontrol penuh atas server yang kamu sewa. Meski begitu, jenis hosting ini memiliki banderol yang tidak bisa dibilang murah. Karenanya, dedicated server biasanya dipakai untuk website yang sudah besar dan memiliki jumlah pengunjung yang relatif tinggi.
 
Untuk membeli paket hosting, ada banyak penjual yang bisa kamu pilih, baik lokal atau mancanegara. Saya lebih merekomendasikan hosting lokal untuk kamu yang baru merintis blog, karena lebih mudah dalam segi pembayaran, customer service, dan maintenance.
 
Berbeda dengan hosting luar negeri yang mayoritas membutuhkan kartu kredit atau PayPal sebagai alat pembayaran, belum lagi kamu kudu minimal paham bahasa Inggris karena pastinya CS tidak menggunakan bahasa Indonesia.

Untuk pembahasan kelebihan dan kekurangan hosting lokal/luar mungkin akan saya bahas di artikel selanjutnya.

 
FYI, salah satu tempat beli hosting terbaik Indonesia menurut saya adalah Niagahoster. Selain harga yang dipatok cukup bersaing, Niagahoster juga terkenal dengan semboyan ‘hosting unlimited murah’ karena menjanjikan paket hosting dengan unlimited bandwith. Jika kamu masih bingung, kamu bisa tanya-tanya ke CS dulu kok. Jangan khawatir, karena customer service Niagahoster siap sedia 24 jam untuk menjawab keluhanmu.
 
Gambar di atas merupakan pilihan paket hosting yang ada di Niagahoster. Untuk pemula, kamu bisa mulai dengan paket Unlimited Hosting yang dibanderol mulai dari 10 ribu saja. Kalau mau lebih powerfull, ada juga paket Cloud Hosting dan Cloud VPS untuk performa yang lebih tinggi. Untuk detil spesifikasi, kamu bisa langsung cek ke website Niagahoster. Atau boleh baca-baca dulu tips memilih web hosting yang pernah saya tulis.

Itulah sedikit pembahasan terkait domain dan hosting, semoga bisa dipahami, ya! Dan silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar jika ada yang ingin ditanyakan soal domain dan hosting.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.