Objek Biologi Tingkat Organisasi Kehidupan

By | March 27, 2022

Pengertian Objek Biologi

Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bio yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Dengan demikian, biologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hidup dan kehidupan. Objek biologi adalah semua makhluk hidup, mulai dari tingkat atom, molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem, sampai bioma.

 

Objek biologi meliputi seluruh makhluk hidup. Pada awalnya Biologi memiliki 3 ragam objek berupa kerajaan (kingdom), yaitu Plantae (dunia tumbuhan),Animalia (dunia hewan), dan protista. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ragam objek biologi juga terus berkembang. Klasifikasi makhluk hidup yang semula dibagi 3 kingdom semenjak akhir abad ke-19 ragam objek Biologi berkambang menjadi 5 kingdom, yaitu Plantae, animalia,protista,dan fungi. dalam perkembangan terakhir dunia makhluk hidup diklasifikasikan menjadi 6 kingdom, yaitu Plantae, Animalia,Protista,Fungi,Eubacteria,Archaebacteria.

Pada tingkat molekul, biologi mempelajari berbagai macam struktur dan ciri molekul yang berperan dalam reaksi penyusunan dan pembongkaran. Molekul-molekul tersebut saling berhubungan dalam membentuk sel. Sel bergabung menyusun jaringan dan beberapa jaringan menyusun organ. Sistem organ bergabung menyusun tubuh makhluk hidup (individu).

Setiap individu saling berhubungan membentuk sekumpulan individu sejenis yang disebut populasi. Sekumpulan populasi yang saling berhubungan satu dengan yang lain akan membentuk komunitas. Komunitas dengan lingkungan abiotik menyusun ekosistem. Gabungan berbagai ekosistem akan membentuk bioma. Hubungan antarbioma di permukaan bumi akan membentuk biosfer.

Menurut Biological Science Curriculum Study (BSCS), biologi memiliki objek berupa kingdom (kerajaan), yaitu Animalia (hewan), Plantae (tumbuhan), dan Protista (makhluk hidup mirip hewan atau mirip tumbuhan). Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi, objek biologi yang semula hanya dibagi menjadi 3 kingdom berkembang menjadi 5 kingdom, yaitu Animalia, Plantae, Fungi, Protista, dan Monera.

Bahkan saat ini, makhluk hidup dikelompokkan menjadi 6 kingdom, yaitu Animalia, Plantae, Fungi, Protista, Archaebacteria, dan Eubacteria.

 

Cabang dan Kajian Biologi

NO CABANG BIOLOGI OBJEK KAJIAN BIOLOGI
1 Botani Tumbuhan
2 Zoologi Hewan
3 Anatomi Bentuk dan susunan tubuh organisme
4 Fisiologi Fungsi tubuh organisme
5 Sitology Susunan dan fungsi sel
6 Histologi Jaringan organisme
7 Morfologi Bentuk luar tubuh organisme
8 Embriologi Perkembangan embrio sampai lahir
9 Mikrobiologi Mikroorganisme
10 Teratology Cacat pada perkembangan embrio
11 Patologi Penyakit organisme
12 Taksonomi Penggolongan makhluk hidup
13 Genetika Penurunan sifat
14 Ekologi Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya
15 Hematologi Darah
16 Virology Virus
17 Bakteriologi Bakteri
18 Mikologi Jamur
19 Entomologi Serangga
20 Ornithology Burung
21 Ichtiologi Ikan
22 Harpetology Amfibia dan reptilian
23 Mamalogi Mamalia
24 Malakologi Moluska
25 Andrologi Kesuburan pria
26 Endokrinologi Hormone
27 Imunologi Kekebalan tubuh
28 Parasitology Parasite
29 Hygiene Pemeliharaan kesehatan
30 Sanitasi Pengelolaan kesehatan melalui kebersihan lingkungan
31 Farmakologi Penyiapan, penggunaan, dan pengaruh obat-obatan sintesis
32 Biokimia Proses kimia pada seluruh makhluk hidup
33 Bioteknologi Pemanfaatan biologi dan teknologi
34 Etologi Tingkah laku hewan
35 Radiologi Melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
36 Pulmonologi Paru-paru
37 Primatologi Primata
38 Protozoologi Protozoa
39 Paleozoologi Hewan purba
40 Paleobotani Tumbuhan masa lampau
41 Palaentologi Fosil
42 Phylogeni Perkembangan makhluk hidup
43 Onthogeni Perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa
44 Onkologi Kanker dan cara pencegahannya
45 Organologi Organ
46 Nematologi Nematode
47 Neurologi Penyimpangan pada sistem saraf
48 Karsinologi Crustacea
49 Kardiologi Jantung dan pembuluh darah
50 Fisioterapi Pengobatan terhadap penderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
51 Eugenetika Hukum pewarisan sifat
52 Epidemiologi Penularan penyakit
53 Evolusi Perubahan struktur tubuh makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama
54 Enzimologi Enzim
55 Dendrologi Pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya
56 Bryologi Lumut
57 Algologi Alga/ganggang
58 Agronomi Tanaman budidaya
59 Acarologi Acarina
60 Anestesiologi Penggunaan anestesi
61 Apiari Lebah
62 Arachnologi Laba-laba
63 Artrologi Sendi
64 Bioinformatika Penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis
65 Biologi Molekuler Kajian biologi pada tingkat molekul
66 Biofisika Aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi
67 Biogeografi Keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu
68 Biostatistika Penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi
69 Dermatologi Kulit dan penyakitnya
70 Etnobotani Hubungan manusia dan tumbuhan
71 Etnozoologi Hubungan manusia dan hewan
72 Filogeni Hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya
73 Fitopatologi Penyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara
74 Gastrologi Salurang pencernaan, terutama lambung dan usus
75 Ginekologi Penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium)
76 Genomika Bahan genetik dari suatu organisme atau virus
77 Miologi Otot
78 Mirmekologi Rayap
79 Nefrologi Fungsi dan penyakit ginjal
80 Osteologi Tulang
81 Oftalmologi Penyakit mata
82 Pediatri Penyakit pada bayi dan anak
83 Psikiatri Kedokteran jiwa
84 Pteridologi Tumbuhan paku
85 Reumatologi Diagnosis dan terapi kondisi dan penyakit yang mempengaruhi sendi, otot, dan tulang
86 Rodentiologi Rodentia
87 Toksikologi Pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup.
88 Transkriptomika Produk transkripsi secara keseluruhan (transkriptom)
89 Urologi Ginjal dan saluran kemih pada pria dan wanita baik dewasa dan anak serta organ reproduksi pada pria

 

Objek Biologi Tingkat Organisasi Kehidupan

 

Dalam objek kajian biologi berkembang dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi ( iptek ) sehingga makin lama makin rumit. Untuk memudahkan dalam mempelajarinya tema objek kajian biologi dipilah-pilah menurut tingkatan organisasi kehidupan. Tingkatan-tingkatan organisasi kehidupan secara berurutan yang mulai dari yang paling kecil hingga dengan yang paling besar yakni molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma dan biosfer. Hal demikian terdapat hubungan antara tingkatan-tingkatan tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Tingkat molekul
    kajian Biologi pada tingkat molekul meliputi: berbagai jenis biomolekul yang menjadi penyusun tubuh makhluk hidup, misalnya air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, DNA, dan RNA

  • Tingkat sel
    kajian biologi pada tingkat sel meliputi: morfologi dan jenis sel, organ sel, fungsi sel, metabolisme sel, transportasi dalam sel, serta cara sel berproduksi.

  • Tingkat jaringan
    kajian biologi tingkat jaringan meliputi: macam jaringan, komponen jaringan, fungsi jaringan, komponen penyusun jaringan, serta pembentukan dan perkembangan jaringan.

  • Tingkat organ
    kajian biologi pada tingkat organ meliputi: jenis organ, penyusun organ, fungsi organ, perkembangan organ, transportsi organ, serta kelainan pada organ.

  • Tingkat sistem organ
    kajian biologi pada tingkat sistem organ meliputi: macam sitem, penyusun sitem, fungsi dari berbagai sitem, cara kerja sistem, dan kelainan pada sistem.

  • Tingkat individu/organisme
    kajian biologi pada tingkat individu meliputi: jenis individu, kedudukan individu dalam tingkat taksonomi, cara memperoleh makanan, cara bereproduksi, cara beradaptasi dan lain-lain.

  • Tingkat Populasi
    kajian biologi pada tingkat populasi meliputi perkambangan populasi, jumlah kelahiran (natalitas), jumlah kematian (moralitas), perpindahan (migrasi) dan kompetisi dalam populasi.

  • Tingkat komunitas
    kajian biologi pada tingkat komunitas meliputi: jenis populasi, kondisi lingkungan, hubungan timbal balik, interaksi antar makhluk hidup yang satu dengan yang lain, dan cara beradaptasi.

  • Tingkat ekositem
    kajian biologi pada tingkat ekosistem meliputi: jenis ekositem, komponen penyusun ekositem, hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan, rantai makanan, jaring-jaring
    makanan, dan aliran energi. serta pengaruh pencemaran terhadap organisme di dalam satu ekosistem dan karakteristik ekositem tercemar.

  • Tingkat biom
    kajian biologi tingkat bioma meliputi: macam bioma, ciri-ciri bioma, ciri-ciri iklim yang mempengaruhi, serta tumbuhan dan hewan khas yang terdapat dalam bioma.

Objek Biologi Tingkat Molekul

Ditemukannya mikroskop elektron yang dapat memperbesar objek pengamatan sampai dengan 500.000 kali, ahli biologi mengatasi masalah dari kerumitan organisasi kehidupan tingkat molekuler. Dengan menggunakan alat dan teknologi kimia modern struktur dalam sel dapat dipisahkan menjadi makro-makromolekul bahkan sampai ke atom-atomnya. Umumnya tubuh organisme mengandung molekul yang tersusun atas atom karbon ( C ), Hidrogen ( H ), Oksigen ( O ) dan Nitrogen ( N ). Jenis molekul yang terdapat dalam tubuh organisme ialah karbohidrat, protein, lipid ( lemak ) dan asam nukleat.

Objek Biologi Tingkat Sel

Molekul organik membentuk organel sel yang kemudian organel tersebut berfungsi membentuk sebuah sel. Sel inilah satuan kehidupan terkecil makhluk hidup. Sel memiliki organel dengan fungsi yang beragam, seperti inti sel ( nukleus ) yang berfungsi mengatur metabolism sel, mitokondria berfungsi untuk respirasi seluler dan ribosom yang berfungsi untuk sintetis protein.

Objek Biologi Tingkat Jaringan

Organisasi kehidupan di tingkat jaringan terjadi di organisme multiseluler ( bersel banyak ), sedangkan pada organisme uniseluler tidak ada di tingkat jaringan karena aktivitas kehidupan diatur dan dilaksanakan oleh sel itu sendiri. Aktivitas kehidupan organisme multiseluler dilaksanakan banyak sel dengan terorganisasi dengan baik dalam satu kesatuan fungsi tertentu.

  • Jaringan
    Kumpulan sel yang memiliki bentuk sama dengan fungsi tertentu, contoh jaringan tumbuhan tingkat tinggi ialah epidermis, parenkim palisade, parenkim spons, sklerenki, xylem, floem, cambium dan gabus. Contoh jaringan di tingkat hewan tingkat tinggi dan manusia ialah lemak, tulang, otot, saraf, darah dan limfe ( getah bening ).

  • Organ
    Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang melakukan fungsi tertentu. Contoh organ tumbuhan tingkat tinggi ialah akar, batang, daun, bunga dan buah. Contoh organ hewan tingkat tinggi dan manusia ialah jantung, hati, lambung, hidung, paru-paru, telinga dan usus.

  • Sistem Organ
    Sebagian organ yang melakukan fungsi tertentu. Contoh sistem organ hewan tingkat tinggi dan manusia yaitu sistem pencernaan makanan, sistem reproduksi, sistem peredaran darah dan sistem koordinasi.

Objek Biologi Tingkat Individu, Populasi Dan Komunitas

  • Individu
    Makhluk hidup tungga, contoh individu ialah sebatang pohon kelapa, seorang manusia, seekor semut.
  • Populasi
    Kumpulan individu dengan spesies sama yang berinteraksi dan hidup di wilayah tertentu, contoh populasi ialah sekumpulan pohon kepala di kebun dan sejumlah semut yang hidup di luang sebatang pohon.

  • Komunitas
    Kumpulan populasi berbagai spesies dan saling berinteraksi dalam area tertentu. Contoh komunitas ialah seluruh organisme yang hidup di suatu sawah yang terdiri dari populasi tanaman padi, serangga, ular, burung, tikus dan semut.

Objeks Biologi Tingkat Ekosistem, Bioma Dan Biosfer

  • Ekosistem
    Tingkatan organisasi kehidupan yang saling berinteraksi antara organisme dan lingkungan abiotiknya. Komponen-komponen organisme meliputi manusia, hewan, tumbuhan, bakteri, jamur, ganggang dan lainnya. Organisme tersebut terjalin hubungan dalam suatu jaring-jaring makanan ( peristiwa makan dan di makan ). Suatu organisme dalam suatu ekosistem dapat berperan sebagai produsen ( penghasil makanan ), konsumen ( pemakai ) atau decomposer ( pengurai ). Komponen lingkungan abiotik terdiri dari air, udara, mineral, cahaya matahari, angin, tanah, suhu, batu, pH , topografi dan salinitas.
  • Bioma
    Ekosistem terrestrial yang umumnya dipengaruhi oleh iklim regional yang diklasifikasikan berdasarkan vegetasi dominan atau organisme dengan beradaptasi di lingkungan tertentu. Bioma meliputi daerah yang luas dan tumbuhan tertentu yang dominan. Permukaan bumi terdiri tujuh macam bioma, seperti taiga, tundra, sabana, gurun, padang rumput, hutan gugur dan hutan hujan tropis.

  • Biosfer
    Lapisan bumi yang di dalamnya terdapat suatu kehidupan, bumi merupakan tempat hidup kita dengan ciri utama mengandung oksigen yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan organisme.

Skema Objek Biologi Tingkat Organisasi Kehidupan

  • Molekul-Sel-Jaringan-Organ-Sistem Organ-Individu-Populasi-Komunitas-Ekosistem-Bioma-Biosfer.

Ruang Lingkup Objek Biologi

Biologi bersal dari kata bios yang berarti hidup dan logos yang berarti pengetahuan. Jadi biologi dapat didefinisikan Ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup. Sebagai ilmu pengetahuan, ilmu biologi mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan dengan berbagai tingkat organisasi kehidupan dan interaksinnya dengan faktor lingkungan.

Ruang lingkup objek biologi meliputi seluruh kehidupan yang ada di alam semesta ini. Makhluk hidup tersebut, ada yang tidak kasat mata hingga yang amat besar. Mulai dari yang paling sederhana tingkat organisasinya hingga yang paling kompleks. (Slamet,2004:39)

Ruang lingkup biologi dapat dilihat dari ragam objek, tingkat organisasi, serta tema persoalan yang merupakan kawasan kajian biologi. Ragam kehidupan yang menjadi objek biologi semula dibagi kedalam tiga kingdom atau kerajaan, yaitu plantae, prostista, dan animalia. Semenjak akhir abad ke-19, ragam objek tersebut dibedakan menjadi lima kingdom, yaitu monera, Protista, fungi, plantae, dan animalia. (Slamet,2004:39)

Monera meliputi organisme bersel satu yang inti selnya belum terlindungi oleh selaput inti. Protista, meliputi organisme bersel satu dan organisme bersel banyak tingkat rendah, yang tersusun atas sel-sel yang telah memiliki inti yang terlindungi oleh selaput inti. Fungi meliputi organisme bersel banyak berbentuk benang dan sel-selnya terlindungi oleh dinding sel. Hamper semua sel-sel anggotanya memiliki klorofil. Animalia meliputi organisme bersel banyak yang sel-selnya tidak berdinding sel dan tidak memiliki klorofil. (Slamet,2004:39)

Semua objek tersebut dikaji pada seluruh tingkat organisasi kehidupan yang meliputi 7 tingkat, yaitu mulai dari tingkat molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, komunitas, dan biosfer. Urutan tingkatan biologi dan organisasinya dinamakan hierarki kehidupan. (Slamet,2004:40)

Level tertinggi adalah biosfer, yaitu seluruh bagian planet bumi beserta makhluk hidup yanga ada didalamnya. Biosfer tersusun atas ekosistem, yaitu makhluk hidup pada suatu tempat beserta benda-benda tak hidup pada lingkungannya. Ekosistem tersusun atas beberapa komunitas. Komunitas adalah seluruh kehidupan yang menempati pada suatu ekosistem. Komunitas dibentuk oleh beberapa populasi, yaitu kumpulan organisme sejenis yang menempati daerah yang sama, dan dapat melakukan perkawinan satu dengan lainnya.

Tiap satuan organisme sejenis pembentuk populasi disebut individu. Setiap organisme terbangun dari beberapa system organ, yaitu suatu perangkat bagian tubuh yang berfungsi melaksanakan fungsi umum di dalam tubuh organisme. System organ tersusun dari beberapa organ . setiap organ tersusun atas beberapa jaringan, dan setiap jaringan tersusun atas sel. (Slamet,2004:40)

Persoalan yang dikaji dalam biologi antara lain keterkaitan makhluk hidup dan lingkungan, keterkaitan struktur dan fungsi, keanekaragaman dan keseragaman, genetika, perilaku, evolusi, serta regulasi dan homeostatis.

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.